Label
- curhat (20)
- gempabumi dan tsunami (54)
- geo (14)
- hobbies (67)
- lain-lain (30)
- music (6)
- peta (10)
- picture (70)
- song (11)
- travelling writer (51)
Tampilkan postingan dengan label geo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geo. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 Agustus 2013
130 Tahun Meletusnya Gunung Krakatau (27 Agustus 1883 - 27 Agustus 2013)
• Letusan besar terjadi hari senin, 27 Agustus 1883
• Kekuatan letusan hingga skala 6 VEI (Volcanic Explosivity Index)
• Memicu tsunami setinggi sekitar 30-40 meter
• Menelan korban jiwa ± 36.000
• Letusan menyebabkan hancurnya tubuh gunung sebanyak 18 kilometer kubik
• Abu letusan menyembur ke udara hingga setinggi 70-80 km
• Menurut Simon Winchester, suara letusan gunung terdengar hingga 4600 km bahkan didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu
• Dampak letusan menyebabkan hampir sebagian dunia gelap gulita dan suhu permukaan bumi turun 1,2 derajat celcius
• Sebelum meletus dahsyat tahun 1883, gunung Krakatau mempunyai ketinggian 800 mdpl
• Gunung Krakatau merupakan sisa letusan gunng berapi tua yang pernah meletus pada tahun 416 masehi
• Gunung Krakatau saat itu terbentuk dari gabungan 3 gunung berapi yang muncul dari sisa letusan gunung Krakatau Purba, yaitu Gunung Danau, Gunung Rakata dan Gunung Parbuatan
• Pada tanggal 27 Agustus 1883, terjadi 4 letusan besar, dimana ledakan terakhir menghancurkan 2/3 dari pulau Krakatau
• Berbulan-bulan setelah letusan, matahari terbit berwarna hijau dan matahari terbenam menjadi berwarna merah dan berlangsung hampir selama 3 tahun
• Para tahun 1929, muncul Gunung Api baru di bekas reruntuhan yang kemudian diberi nama Gunung Anak Krakatau
Sumber :
foto : Agung Sabtaji, 9/11/2011 9:31 AM
tulisan : MountMag, Indonesia Mountain Magazine No.9/2012
Senin, 22 Juli 2013
Jelajah Patahan Lembang, Bandung
keterangan : garis kuning putus-putus adalah garis patahan lembang (tapi itu menurut versi saya)
Gambar Video Patahan Lembang yang di ambil dari daerah Gunung Putri, Lembang
![]() |
| Foto di ambil di daerah Cihargem, dengan view dibelakangnya celah Maribaya |
![]() |
| Foto diambil didaerah Lembah Cimahi dekat Natural Hill, Parompong |
![]() |
| Celah sungai yang berada di Lembah Cimahi dekat Natural Hill, Parompong |
![]() |
| Berbeloknya Sungai diakibatkan aktivitas patahan lembang |
![]() |
| Foto diambil di daerah Cibodas, dengan view celah Maribaya tempat mengalirnya sungai Cikapundung |
![]() | ||
|
![]() |
| Foto di ambil di daerah Cibodas, dengan view Segmen Patahan Lembang bagian Timur |
![]() |
| Foto di ambil di daerah Cibodas, dengan view Segmen Patahan Lembang bagian Timur |
![]() |
| Foto di ambil di daerah Gunung Batu, Langen Sari, Lembang |
![]() |
| Foto di ambil dari Puncak Gunung Batu, Langen Sari, Lembang |
![]() |
| di puncak Gunung Batu ada peralatan instrumen seismograph untuk mengamati aktivitas gempa oleh Badan Geologi |
![]() |
| Foto di ambil dari turunan dekat pintu masuk Curug Omas, Maribaya |
![]() |
| Patahan Lembang di daerah Cibodas diambil dari Gunung Putri, Lembang |
![]() |
| Patahan Lembang "Gunung Batu" di daerah Langen Sari diambil dari Gunung Putri, Lembang |
![]() |
| Patahan Lembang segmen bagian barat diambil dari Gunung Putri, Lembang |
![]() |
| Patahan Lembang segmen bagian barat diambil dari Gunung Putri, Lembang |
![]() |
| Patahan Lembang di daerah dekat Bosscha diambil dari Gunung Putri, Lembang |
Gambar Video Patahan Lembang yang di ambil dari daerah Gunung Putri, Lembang
Sesi Foto Narsis
Patahan Lembang memanjang ± 22 km, yang berawal dari kaki gunung Manglayang di Bandung bagian
timur (Palasari) dan menghilang sebelum kawasan perbukitan kapur Padalarang di
Bandung Barat. Patahan itu tepat diantara Gunung Tangkuban Perahu dan daratan
Bandung sehingga membentuk dua blok, utara dan selatan. Gerakan Patahan Lembang
mengakibatkan permukaan tanah di utara meninggi. Akibatnya, aliran air dari
tangkapan air disisi selatan terbendung di kaki dinding patahan. Material yang
terbawa air dan angin mengisi genangan air dan mengendap. Kolam itu lalu
ditumbuhi tanaman sebagian yang mati mengendap didasar kolam membentuk lapisan
gambut. Sebagian lain membentuk lapisan gambut yang mengambang di kolam. Dari
penggalian endapan kolam (sagpond) di Cihideung, ditemukan jejak rekam gempa
berkekuatan Magnitude 6.8 dari patahan Lembang sekitar 2.000 tahun lalu yang
sekaligus menjadi bukti pergerakan patahan itu mampu menghasilkan gempabumi. Patahan
Lembang bukan merupakan satu segmen, melainkan dua segmen patahan, yakni bagian
timur dan barat. Gaya tekan dari arah berbeda akibat tidak lurusnya garis
patahan membentuk bumbungan, yakni Gunung Batu sebagai pertemuan kedua segmen
tersebut. (referensi 1)
Referensi :
1. “Trampolin Raksasa di tepian Lembang” oleh
Indira Permanasari dan Ahmad Arif (Kompas tanggal 15 Maret 2013)
Senin, 15 Juli 2013
Makam Franz Wilhelm Junghuhn di lembang, Bandung
want to know who is Junghuhn???
please read this link, this too
klo mau lihat hasil karyanya berupa lukisan dan tulisannya, silahkan juga masuk sini
dia tuh explorer banget...
dia yang memetakan pulau jawa pada jaman dulu, dan walhasil mirip banget sama peta klo pake penginderaan jauh (foto udara).
coba liat dehh...mirip banget kan???? Saluttt banget dahh
please read this link, this too
klo mau lihat hasil karyanya berupa lukisan dan tulisannya, silahkan juga masuk sini
dia tuh explorer banget...
dia yang memetakan pulau jawa pada jaman dulu, dan walhasil mirip banget sama peta klo pake penginderaan jauh (foto udara).
coba liat dehh...mirip banget kan???? Saluttt banget dahh
| source : http://de.academic.ru/dic.nsf/dewiki/2438231 |
Jumat, 28 Juni 2013
Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016
Setelah gerhana matahari total sebagian yang pernah terjadi di Indonesia pada tanggal 10 Mei 2013 kemarin, maka berdasarkan data, Indonesia tidak akan mengalami lagi gerhana matahari selama 3 tahun ke depan hingga tahun 2016. Cukup lama memang rentang waktunya kalau Indonesia tidak akan bertemu dengan fenomena gerhana matahari lagi. Tapi jangan sedih, hal ini dikarenakan pada tanggal 9 Maret 2016, Indonesia akan beruntung sekali akan dapat menyaksikan kembali gerhana matahari total. Dan gerhana matahari pada tanggal tersebut bukanlah gerhana matahari total sebagian seperti kejadian gerhana matahari pada tahun-tahun sebelumnya. Fenomena gerhana matahari total ini akan bisa disaksikan dengan piringan matahari akan betul-betul tertutup oleh piringan bulan. Memang hanya sebagian kota besar saja di Indonesia yang mengalami gerhana matahari total tersebut dimana lintasannya tepat melintas di atas kota tersebut dengan magnitudo gerhana mataharinya ≥ 1 atau ≥ 100%. Kota-kota besar yang beruntung tersebut adalah Palembang, Palangkaraya, Palu, Luwuk dan Ternate. Saat gerhana matahari total tersebut pada puncaknya, maka kota-kota besar tersebut akan mengalami kegelapan sementara.
Mungkin saran saja untuk para pengelola parawisata di kota-kota besar yang saya sebutkan diatas, fenomena ini bisa di jadikan ajang untuk menarik para wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk menyaksikan bersama-sama melihat fenomena alam ini. Karena di lihat dari pengalaman, seperti gerhana matahari bulan November 2012 di QueensLand-Australia, banyak para wisatawan dalam dan luar negeri serta para astronom amatir dan profesional serta para ilmuan berkumpul disana untuk bisa menyaksikan sekaligus mengabadikan kejadian tersebut. Hal ini lah yang perlu saya sarankan untuk pengelola wisata di Indonesia, semoga saran kecil ini bisa diterima.
Dibawah ini saya berikan data gerhana matahari total pada tanggal 9 Maret 2016 dari program software MICA(Multiyear Interactive Computer Almanac), data tersebut terdiri dari waktu awal mulai gerhana, saat puncak gerhana, dan waktu berakhirnya gerhana serta magnitudo gerhananya. semoga bermanfaat...
Start : Waktu Awal terjadinya gerhana
Peak : Waktu terjadinya puncak gerhana
End : Waktu berakhirnya gerhana
Mag : Magnitudo gerhana (ketertutupan piringan matahari dengan piringan bulan)
Referensi :
- software MICA(Multiyear Interactive Computer Almanac)
- http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_eclipse_of_March_9,_2016
![]() |
| Lintasan Gerhana Matahari yang melewati Indonesia |
![]() |
| Animasi Melintasnya Gerhana Matahari |
Mungkin saran saja untuk para pengelola parawisata di kota-kota besar yang saya sebutkan diatas, fenomena ini bisa di jadikan ajang untuk menarik para wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk menyaksikan bersama-sama melihat fenomena alam ini. Karena di lihat dari pengalaman, seperti gerhana matahari bulan November 2012 di QueensLand-Australia, banyak para wisatawan dalam dan luar negeri serta para astronom amatir dan profesional serta para ilmuan berkumpul disana untuk bisa menyaksikan sekaligus mengabadikan kejadian tersebut. Hal ini lah yang perlu saya sarankan untuk pengelola wisata di Indonesia, semoga saran kecil ini bisa diterima.
Dibawah ini saya berikan data gerhana matahari total pada tanggal 9 Maret 2016 dari program software MICA(Multiyear Interactive Computer Almanac), data tersebut terdiri dari waktu awal mulai gerhana, saat puncak gerhana, dan waktu berakhirnya gerhana serta magnitudo gerhananya. semoga bermanfaat...
NO
|
NAMA KOTA
|
Start
|
Peak
|
End
|
Waktu
|
Mag
|
1
|
BANDA ACEH
|
-
|
7:22:32
|
8:25:16
|
WIB
|
0.761
|
2
|
M E D A N
|
-
|
7:22:22
|
8:27:33
|
WIB
|
0.818
|
3
|
PEKANBARU
|
6:22:08
|
7:21:42
|
8:29:17
|
WIB
|
0.914
|
4
|
J A M B I
|
6:20:59
|
7:21:43
|
8:30:47
|
WIB
|
0.98
|
5
|
P A D A N G
|
-
|
7:20:20
|
8:27:13
|
WIB
|
0.956
|
6
|
PALEMBANG
|
6:20:29
|
7:21:41
|
8:31:20
|
WIB
|
1.012
|
7
|
PANGKAL PINANG
|
6:21:02
|
7:23:05
|
8:33:53
|
WIB
|
0.999
|
8
|
BENGKULU
|
6:19:56
|
7:19:46
|
8:27:38
|
WIB
|
0.982
|
9
|
BANDAR LAMPUNG
|
6:19:46
|
7:20:50
|
8:30:15
|
WIB
|
0.937
|
10
|
SERANG
|
6:19:43
|
7:21:02
|
8:30:45
|
WIB
|
0.909
|
11
|
J A K A R T A
|
6:19:49
|
7:21:28
|
8:31:38
|
WIB
|
0.906
|
12
|
B A N D U N G
|
6:19:52
|
7:21:40
|
8:32:01
|
WIB
|
0.882
|
13
|
SEMARANG
|
6:20:33
|
7:23:50
|
8:36:04
|
WIB
|
0.875
|
14
|
YOGYAKARTA
|
6:20:31
|
7:23:30
|
8:35:19
|
WIB
|
0.849
|
15
|
SURABAYA
|
6:21:21
|
7:25:49
|
8:39:30
|
WIB
|
0.856
|
16
|
PONTIANAK
|
6:23:03
|
7:27:04
|
8:40:28
|
WIB
|
0.942
|
17
|
PALANGKA RAYA
|
6:23:27
|
7:30:09
|
8:46:52
|
WIB
|
1.016
|
18
|
TARAKAN
|
7:30:05
|
8:39:24
|
9:59:15
|
WITA
|
0.866
|
19
|
M A N A D O
|
7:34:10
|
8:49:15
|
10:15:21
|
WITA
|
0.966
|
20
|
GORONTALO
|
7:31:25
|
8:44:46
|
10:09:09
|
WITA
|
0.978
|
21
|
SAMARINDA
|
7:26:19
|
8:35:23
|
9:54:58
|
WITA
|
0.978
|
22
|
BANJARMASIN
|
7:23:13
|
8:30:11
|
9:47:11
|
WITA
|
0.975
|
23
|
P A L U
|
7:27:49
|
8:38:46
|
10:00:31
|
WITA
|
1.007
|
24
|
LUWUK
|
7:30:00
|
8:43:01
|
10:07:00
|
WITA
|
1.011
|
25
|
K E N D A R I
|
7:27:59
|
8:39:48
|
10:02:17
|
WITA
|
0.919
|
26
|
M A J E N E
|
7:26:10
|
8:36:11
|
9:56:47
|
WITA
|
0.987
|
27
|
UJUNG PANDANG
|
7:25:26
|
8:34:59
|
9:54:53
|
WITA
|
0.905
|
28
|
DENPASAR
|
7:22:24
|
8:27:33
|
9:41:58
|
WITA
|
0.807
|
29
|
MATARAM
|
7:22:52
|
8:28:37
|
9:43:45
|
WITA
|
0.808
|
30
|
K U P A N G
|
7:28:20
|
8:37:04
|
9:55:13
|
WITA
|
0.72
|
31
|
T E R N A T E
|
8:36:04
|
9:52:59
|
11:20:49
|
WIT
|
1.007
|
32
|
A M B O N
|
8:33:43
|
9:49:33
|
11:15:58
|
WIT
|
0.89
|
33
|
S O R O N G
|
8:39:21
|
9:58:41
|
11:28:23
|
WIT
|
0.946
|
34
|
MANOKWARI
|
8:43:15
|
10:04:31
|
11:35:30
|
WIT
|
0.918
|
35
|
B I A K
|
8:46:13
|
10:08:40
|
11:40:10
|
WIT
|
0.885
|
36
|
FAK FAK
|
8:39:20
|
9:58:20
|
11:27:22
|
WIT
|
0.875
|
37
|
TIMIKA
|
8:45:48
|
10:06:19
|
11:35:27
|
WIT
|
0.776
|
38
|
JAYAPURA
|
8:53:37
|
10:17:32
|
11:48:40
|
WIT
|
0.788
|
39
|
MERAUKE
|
8:52:05
|
10:09:30
|
11:33:43
|
WIT
|
0.612
|
Start : Waktu Awal terjadinya gerhana
Peak : Waktu terjadinya puncak gerhana
End : Waktu berakhirnya gerhana
Mag : Magnitudo gerhana (ketertutupan piringan matahari dengan piringan bulan)
Referensi :
- software MICA(Multiyear Interactive Computer Almanac)
- http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_eclipse_of_March_9,_2016
Langganan:
Postingan (Atom)






























