klo dulu masak udang lobster, sekarang nyoba masak kepiting....hohohohohoho...
Label
- curhat (20)
- gempabumi dan tsunami (54)
- geo (14)
- hobbies (67)
- lain-lain (30)
- music (6)
- peta (10)
- picture (70)
- song (11)
- travelling writer (51)
Sabtu, 26 Mei 2012
Gempabumi Yahukimo Papua 20 Januari 1981
Pada tengah malam saat penduduk tertidur lelap tanggal 20 Januari 1981 pada pukul 00:11:01 WIT atau 15:11:01 UTC (19 Januari) penduduk yang tinggal di pegunungan Jayawijaya di guncang getaran gempabumi sangat keras. Gempabumi tersebut di ketahui mempunyai kekuatan gempabumi 6.7 (Ms) dengan lokasi pusat gempabumi di 4.58 LS-139.23°BT atau 18 km BaratLaut Sumohai-Papua dengan kedalaman gempabumi yaitu 33 km. Gempabumi tersebut mengakibatkan 305 orang tewas, beberapa terluka dan sekitar 1.000 hilang di Pegunungan Jayawijaya. Berdasarkan informasi yang didapatkan, banyak korban yang jatuh diakibatkan longsornya bukit/pegunungan yang ada di sana sehingga tanah longsor mengubur banyak desa pada saat diguncang gempabumi. Berdasarkan letak pusat gempanya, gempabumi tersebut kemungkinan disebabkan aktifnya Patahan Lajur Anjak Pegunungan Tengah yang memanjang dari Paniai hingga Oksibil, Papua.
source : Pusat Gempabumi Regional 5 BBMKG Wilayah V Jayapura & USGS
#Jika ingin melihat gempabumi signifikan dan merusak di Papua dan Papua Barat lainnya, silahkan masuk disini
Gempabumi Kurima / Yahukimo Papua 1 Agustus 1989
Pada pagi hari tanggal 1 Agustus 1989 pada pukul 09:18:05 WIT atau 00:18:05 UTC Distrik Kurima yang dahulu masih masuk dalam Kabupaten Jayawijaya dan akibat pemekaran, sekarang telah masuk ke wilayah administrasi Kabupaten Yahukimo telah di guncang getaran gempabumi sangat keras. Gempabumi tersebut berdasarkan taksiran skala MMI (Modified Mercalli Intensity), dampaknya hingga IX MMI di Kurima. Gempabumi tersebut di ketahui mempunyai kekuatan gempabumi 6.0 (mb) atau 5.8 (Ms) dengan lokasi pusat gempabumi di 4.51°LS-139.02°BT atau 41 km BaratLaut Sumohai, Kab.Yahukimo-Papua, dengan kedalaman gempabumi yaitu 14 km. Gempabumi tersebut mengakibatkan korban meninggal sebanyak 117 orang, 145 korban luka-luka yang terdiri dari 24 orang luka parah dan 121 orang ringan. Sedangkan kerusakkan akibat gempabumi ini terhitung 37 rumah roboh. Terhitung juga 34 ternak babi mati akibat gempabumi ini. Begitu banyaknya korban berjatuhan ini, diakibatkan gempabumi yang diikuti tanah longsor setelahnya. Tanah longsor akibat gempabumi ini telah menimbun dua perkampungan di Kurima, 285 Hektar lahan pertanian tertimbun, Tanah longsor juga memblokade sungai Baliem. Berdasarkan letak pusat gempanya, gempabumi tersebut kemungkinan disebabkan aktifnya Patahan Lajur Anjak Pegunungan Tengah yang memanjang dari Paniai hingga Oksibil, Papua. Patahan ini memiliki tipe patahan yaitu patahan naik dan memiliki slip rate 10 mm/tahun.
source : Pusat Gempabumi Regional 5 BBMKG Wilayah V Jayapura & USGS
*mohon cantumkan sumber/link tulisan ini jika ingin menyalin tulisan ini.
#Jika ingin melihat gempabumi signifikan dan merusak di Papua dan Papua Barat lainnya, silahkan masuk disini
Gempabumi dan Tsunami Manokwari Papua 23 Mei1864
Peristiwa tsunami Manokwari terjadi di Teluk Cendrawasih pada tanggal 23 Mei 1864. Tsunami ini dipicu oleh gempabumi kuat di Teluk Cendrawasih sekitar pukul 00.30. Beberapa laporan menyebutkan bahwa geteran gempabumi berlangsung sekitar tiga menit. Titik pusat gempabumi diperkirakan terletak di teluk Cendrawasih dengan kedalaman yang diperkirakan dangkal. Setelah berakhirnya getaran sekonyong-konyong ketinggian air laut naik menjadi tiga kali biasanya.
Gempabumi ternyata telah memicu tsunami dengan tinggi sekitar 2,5 hingga 3 meter yang menerjang pemukiman pantai Manokwari. Tsunami menimbulkan korban jiwa cukup besar. Tercatat lebih dari 250 orang meninggal di Teluk Cendrawasih. Laporan dari teluk Cendrawasih menyebutkan bahwa tsunami menerjang pantai dengan ketinggian gelombang mencapai 8 sampai 10 kaki. (Soloviev & Go, 1984)
Parameter Gempabumi :
Magnitude : 7.8 (Ms)
Pusat Gempa : 1.00 LS - 135.00 BT (104 km Tenggara Manokwari-Papua Barat)
Langganan:
Postingan (Atom)










