Label

Sabtu, 26 Mei 2012

Gempabumi Jayapura Papua 23 Juli 1979


Pada tengah malam tanggal 23 Juli 1979 pada pukul 02:52:53 WIT atau 17:52:53 UTC (22 Juli) Kota Sentani, Kabupaten Jayapura-Papua dan tempat disekitarnya di guncang getaran gempabumi cukup keras. Gempabumi tersebut dirasakan di Sentani dengan Intensitas VII MMI. Gempabumi tersebut di ketahui mempunyai kekuatan gempabumi 5.3 (mb) dengan lokasi pusat gempabumi di 2.57 LS-140.30°BT atau 23 km Barat Sentani-Papua,  dengan kedalaman gempabumi yaitu 15 km. Akibat gempabumi tersebut, telah terjadi kerusakan cukup signifikan yaitu terjadi beberapa kerusakan di Kota Sentani dan sekitarnya. Berdasarkan letak dari Pusat Gempabumi tersebut, gempabumi ini kemungkinan di akibatkan aktifnya Patahan Sentani yang memanjang dari Depapre hingga ke Jayapura bagian Selatan, dimana patahan ini melewati Kota Sentani.

source : Pusat Gempabumi Regional 5 BBMKG Wilayah V Jayapura

#Jika ingin melihat gempabumi signifikan dan merusak di Papua dan Papua Barat lainnya, silahkan masuk disini


Gempabumi Jayapura Papua 10 Januari 1971


Pada sore hari tanggal 10 Januari 1971 pada pukul 16:17:03 WIT atau 07:17:03 UTC Kota Jayapura sebagai ibukota Provinsi Papua dan tempat disekitarnya di guncang getaran gempabumi sangat keras. Gempabumi tersebut dirasakan di beberapa tempat yaitu Jayapura dan Sentani dengan Intensitas VI-VII MMI. Gempabumi tersebut di ketahui mempunyai kekuatan gempabumi 7.3 (mb) dengan lokasi pusat gempabumi di 3.10 LS-140.10°BT atau 56 km BaratDaya Genyem-Papua, dengan kedalaman gempabumi yaitu 33 km. Akibat gempabumi tersebut, telah terjadi kerusakan cukup signifikan yaitu bangunan retak-retak di Jayapura, 10 bangunan dari kayu rusak berat, Gereja retak-retak di Sentani, 14 rumah kayu roboh di 10km dari Sentani, di Genyem (40km dr sentani) lumpur dan pasir keluar dari rekahan, terdengar suara seperti tembakan pistol, dan untungnya daerah yang dekat dengan pusat gempabumi masih jarang berpenghuni. Berdasarkan letak dari Pusat Gempabumi tersebut, gempabumi ini kemungkinan di akibatkan aktifnya Patahan Lajur Anjak Memberamo.

source : Pusat Gempabumi Regional 5 BBMKG Wilayah V Jayapura

#Jika ingin melihat gempabumi signifikan dan merusak di Papua dan Papua Barat lainnya, silahkan masuk disini

Gempabumi Enarotali Papua 15 September 1985


Pada siang hari tanggal 15 September 1985 pada pukul 11:42:55 WIT atau 02:42:55 UTC Kota Enarotali sebagai ibukota dari Kabupaten Paniai-Papua di guncang getaran gempabumi sangat keras. Gempabumi tersebut di ketahui mempunyai kekuatan gempabumi 5.9 (mb) atau 6.3 (Ms) dengan lokasi pusat gempabumi di 4.13°LS-136.05°BT atau 46 km BaratDaya Enarotali-Papua  dengan kedalaman gempabumi yaitu 10 km. Akibat gempabumi tersebut, telah terjadi kerusakan cukup signifikan di daerah Enarotali dan mengakibatkan setidaknya 10 orang tewas dan 7 orang luka-luka. Berdasarkan letak pusat gempanya, gempabumi tersebut kemungkinan disebabkan aktifnya Patahan Lajur Anjak Pegunungan Tengah yang memanjang dari Paniai hingga Oksibil, Papua. Atau mungkin juga bisa disebabkan oleh aktivitas Sesar Sungkup Weyland, hal ini dikarenakan berdasarkan catatan gempabumi USGS, gempabumi ini memiliki tipe patahan mendatar dengan sedikit patahan naik. Dimana kita tahu, Sesar Sungkup Weyland ini memiliki tipe patahan yang mendatar.


source : Pusat Gempabumi Regional 5 BBMKG Wilayah V Jayapura & USGS
*mohon cantumkan sumber/link tulisan ini jika ingin menyalin tulisan ini.

#Jika ingin melihat gempabumi signifikan dan merusak di Papua dan Papua Barat lainnya, silahkan masuk disini

Gempabumi dan Tsunami Yapen Papua 12 September 1979


Gempabumi Ransiki, Papua Barat 21 April 2012

Pusat Gempabumi dan Focal Mechanisme Gempabumi Ransiki 21 April 2012



Pada hari menjelang siang tanggal 21 April 2012 pada pukul 10:16:51 WIT atau 01:16:51 UTC kota Ransiki dan sekitarnya di guncang getaran gempabumi cukup keras. Gempabumi tersebut dirasakan di beberapa tempat yaitu Ransiki, Kab. Manokwari Selatan dengan Intensitas V-VI MMI, Manokwari-Kab.manokwari dengan intensitas IV MMI, Bintuni-Kab. Teluk Bintuni dengan intensitas III-IV MMI,  Biak-Kab. Biak Numfor dengan intensitas III MMI, Nabire-Kab. Nabire dengan intensitas II-III MMI, Fak fak-Kab. Fak fak dengan intensitas II-III MMI, Sorong-Kota. Sorong dengan intensitas II-III MMI dan Kaimana-Kab. Kaimana dengan intensitas II MMI. Gempabumi tersebut di ketahui mempunyai kekuatan gempabumi 6.8 (Mw) dengan lokasi pusat gempabumi di 1.58°LS-134.41°BT atau 28 km Tenggara Ransiki-Papua Barat, dengan kedalaman gempabumi yaitu 10 km. Akibat gempabumi ini Sebanyak 43 bangunan rusak yang terdiri dari :
• Rusak berat 7 bangunan diantaranya 1 Gereja, 1 Rumah Dewan Adat, dan Rumah Masyarakat (rumah rusak berat diakibatkan konstruksi yang tidak baik)
• Rusak sedang 20 bangunan (kolom rumah yang terbuat dari kayu, terlepas dari ikatan tembok)
• Rusak ringan 16 bangunan
Sedangkan Korban luka dialami oleh 3 orang, yaitu :
• 1 orang luka berat (Seorang Guru di Ransiki, dirujuk ke RSUD Manokwari)
• 1 orang luka sedang (kecelakaan motor akibat Gempabumi)
• 1 orang luka ringan (pegawai Staklim Ransiki)

Sebelum gempabumi Utama dengan magnitude 6.8 SR, tercatat 8 gempabumi pendahuluan di Pusat Gempabumi Regional 5 Jayapura dari tanggal 19 April 2012. Salah satu gempabumi pendahuluan tersebut memiliki skala magnitude > 5 SR, bahkan salah satu gempabumi pendahuluan tersebut dirasakan II-III MMI di Ransiki dan II MMI di Manokwari Pada tanggal 19 April 2012. Berdasarkan letak pusat gempabumi, gempabumi ini diperkirakan disebabkan oleh Patahan Ransiki yang memanjang dengan asosiasi arah barat laut-tenggara dengan slip rate 8.5 mm/tahun.

Berdasarkan sejarah, di Ransiki-Papua Barat pernah terjadi juga gempabumi besar pada tanggal 10 Oktober 2002. Gempabumi tersebut mempunyai kekuatan gempabumi sebesar 7.6 SR dan mengakibatkan tsunami lokal di sepanjang pantai dari Oransbari hingga Ransiki setinggi 3 meter. untuk lebih lengkapnya silahkan masuk disini 

Peta Isoseismal Gempabumi Ransiki 21 April 2012

Gempabumi Susulan Ransiki 21 April 2012 Hingga Hari ke-8

pusat gempabumi Ransiki 21 April 2012 dengan Gmap :