Label

Selasa, 20 Juli 2010

garbage

sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi.
(menurut kamus besar bahasa indonesia)

ya gituhh dehhh...sampah emang begitu nasibnya...
dibuang sama penggunanya ketika sudah tidak ada manfaatnya...
seandainya dia bisa ngomong, seandainya dia bisa protes...
dia pasti ngomong klo dia gak suka di buang seenaknya ajah..
dibuang di sembarang tempat yang bikin rusak pemandangan...
coba ajah yang buang sampah bisa ngertiin dan bisa mahamin...
pasti tuhh sampah seneng banget klo dia dibuang ditempatnya...
walaupun dibuang, tapi seenggak2nya sudah dikasih kesan terakhir yang bagus...
ya nasib sampah emang kayak gituhh sihhh...
berharap ada orang lain yang ngambil lagi trus bisa bermanfaat lagi...
karena gak mungkin si pembuang akan memungutnya kembali...

kasian sama tuhhh sampah...kasian banget...
kasian juga sama diri gw sendiri...

Senin, 19 Juli 2010

status temen GW

suka banget dahh sama status temen gw...
temen gw semasa kecil sampe bangkotan...
yang tinggalnya tetanggaan terus menerus...
jalan kaki ke sekolah SD bareng2...
maen bola sambil ujan2an bareng2...
dikejar bang ijo bareng2 gara2 naekin kebonya...
ngejar-ngejar layangan putus bareng2...
tawuran sama bocah2 kampung sebelah...
diseblak rame2 sama pa ustadz gara2 becanda melulu...
too much memories....miss u my friend...

temen gw nulis status di FB kayak gini nihh :
"jngn pnah ningglin orng yg luh synk demi orng yg lu suka ,, krn orng yg luh suka tu kan ningglin lu demi orng yg dy synk"

wuiddiiihhhh....dalem banget kan tuhhh....ckckckck.

Minggu, 18 Juli 2010

Jayapura jika terkena TSUNAMI

kebayang gak sihh klo Jayapura disantronin tsunami???
ya mudah2an sihh gak terjadi...that's my deep wish.
tapi klo analisa gw yang dari tulisan sebelumnya, Jayapura itu termasuk ke dalam wilayah yang tingkat bahaya tsunaminya "sangat berbahaya". Hal ini dikarenakan waktu tiba jika terjadi tsunami di daearah patahan disebelah utaranya hanya sekitar 10 menit, ud gituh secara historis, daerah ini pernah diterjang kiriman tsunami dari Aitape, PNG. Jayapura juga terletak di daerah teluk, yang dimana wilayah teluk sangatlah berpotensi tinggi gelombang tsunami akan lebih tinggi daripada didaerah pantai yang lurus segaris, hal ini dikarenakan di wilayah teluk, gelombang tsunami akan mengalami resonansi dan interferensi gelombang.
Dibawah ini, saya akan mencoba mengira-ngira seberapa jauh limpasan air laut masuk kedalam kota Jayapura bila terjadi tsunami. Saya mencoba memberikan variasi ketinggian gelombang tsunami. Variasinya yaitu apabila ketinggian tsunami setinggi 5 meter, 10 meter dan 15 meter. Alasan saya hanya memberikan ketinggian maksimum hanya sampai 15 meter, dikarenakan berdasarkan historis tsunami yang pernah terjadi di daerah Papua, ketinggian tsunami yang paling tinggi terjadi di papua yaitu sekitar 15.03 meter di Aitape PNG. Dari gambar estimasi limpahan tsunami ke daratan, saya buat 3 warna. Merah untuk daerah limpahan gelombang tsunami, jika tinggi tsunami yang sampai di pantai yaitu 5 meter. Warna kuning jika 10 meter dan warna hijau jika tinggi tsunami di pinggir pantai hingga 15 meter.
Sedangkan untuk perhitungan seberapa jauh limpasan gelombang tsunami, saya menggunakan rumus dari Bretschneider dan Wybro. Untuk wilayah landai tanpa adanya tumbuhan bakau dan tumbuhan pantai lainnya, menurut Bretschneider dan Wybro, jangkauan maksimum gelombang tsunami dapat dihitung dengan persamaan

Log X max = Log 1400+(4/3)*Log (h/10)

dimana :
Xmax = Jarak Maksimum Jangkauan Tsunami (meter)
h = Tinggi Tsunami dibibir pantai (meter)

dari perhitungan dan estimasi ketinggian topografi kota Jayapura, maka saya coba membuatnya dalam sebuah peta seperti dibawah ini :
(klik gambar untuk memperbesar)




dari peta diatas, maka kita bisa sedikit memperkirakan, daerah-daerah mana saja yang termasuk daerah aman dari gelombang tsunami bila terjadi. Daerah aman ini bisa dijadikan tempat evakuasi warga bila memang terjadi tsunami. Dengan singkatnya waktu tiba bila terjadi tsunami di Kota Jayapura yang hanya sekitar 10 menit, maka warga haruslah sigap untuk masalah penyelamatan diri. Diharapkan warga Kota Jayapura tahu harus kemana mengevakuasikan diri apabila tsunami terjadi.
Didalam tulisan ini, saya juga menambahkan jalur-jalur evakuasi apabila tsunami terjadi di Kota Jayapura. Yang perlu di ingat, kita haruslah mencari tempat evakuasi yang relatif dekat dengan lokasi kita tinggal. "INGAT...WAKTU PALING CEPAT GELOMBANG TSUNAMI DI KOTA JAYAPURA ADALAH 10 MENIT". Dengan begitu singkatnya waktu tersebut, kita haruslah sigap dan waspada jika terjadi tsunami.

lokasi yang menurut saya aman dan bisa dijadikan tempat evakuasi adalah :
site 1 : Sekolah Kalam Kudus
site 2 : Kodam
site 3 : Ajen
site 4 : APO atas (kalau bisa paling atas)
site 5 : Rumah Sakit Dok II
site 6 : Bhayangkara
site 7 : Dok V atas
site 8 : werep (tempat ini tidak bisa dijadikan tempat evakuasi, hanya untuk tempat penyelamatan darurat)

dibawah ini adalah jalur evakuasinya :
(klik gambar untuk memperbesar)





oke dehhh...mungkin segitu ajah...
semoga bermanfaat aja dahhh....


thread yang lain :
- Gunung Berapi di Papua
- Kembang Api 2011 di Jayapura
- Menentukan Arah Kiblat
- 10 Event Tsunami paling mematikan didunia
- Peta Tektonik Papua
- Peta Interpolasi menggunakan Arcview GIS 3.3
- bingung sama kemiringan lahan...
- Gempabumi Yapen Waropen 16 Juni 2010
- sebab robohnya bangunan akibat gempabumi yapen waropen
- Peta Bahaya Tsunami Papua
- go to enggros
- Nabire on my lens
- Bugs and Insect world
- Pulau ahe & here, kepulauan mamboor
- transportasi indonesia
- what a beautiful sky
- Ekspressi ibu dan anak
- mudik kemarin
- Surade Expedition
- Belajar Jadi Photografer Porno
- Bunga

Jumat, 16 Juli 2010

Peta Bahaya Tsunami Papua

selama seminggu jungkir balik, berpusing ria, kpala hampir aj meleduggg..
akhirnya selesai juga ini peta...huuuuhhhhh...
yahhh,,,semoga bermanfaat aj dahhh...



klik dibagian gambar untuk memperbesar gambar...

mohon masukannya buat agan-agan.

ANALISA
dari analisa peta yang saya buat diatas, daerah yang mempunyai tingkat bahaya yang sangat membahayakan adalah Jayapura di bagian teluk yos sudarso, bagian utara dan selatan Biak dan Supriori, bagian teluk didaerah Maokwari dan daerah barat laut pulau yapen. Sedangkan wilayah yang masuk dalam klasifikasi berbahaya antara lain adalah sepanjang pantai utara provinsi Papua dari skouw hingga waropen, sepanjang pantai utara di kepala burung propinsi Papua Barat, sepanjang pantai fak-fak hingga kaimana dan sebagian di teluk cenderawasih. Sedangkan daerah yang termasuk ke dalam klasifikasi sedang adalah pesisir pantai di daerah teluk cenderawasih, selatan kepala burung, teluk bintuni, pantai kabupaten Mimika dan daerah teluk di kabupaten Merauke. Untuk daerah yang masuk klasifikasi rendah adalah sepanjang pantai dari Asmat hingga perbatasan di Merauke.

PROSES PEMBUATAN
Sebenarnya banyak sekali parameter-parameter yang bisa dijadikan indikator dari bencana tsunami. Tetapi dalam hal ini, saya hanya memasukkan bahaya tsunami-nya saja. Saya tidak memasukkan parameter dari kerentanan dan juga kapasitasnya. Apabila bahaya, kerentanan dan kapasitas akan tsunami bisa didapatkan, maka resiko dari bencana tsunami juga akan bisa kita dapatkan. Karena sulitnya data dan perlu penelitian yang lebih mendalam, maka saya tidak membuat sampai ke pemetaan resiko-nya, tetapi hanya sampai bahaya-nya saja.
Berdasarkan referensi-referensi yang pernah saya baca, bahaya tsunami terdiri dari :
- Faktor Geologi dan Seismisitas; terdiri dari Episenter, Bathimetri dan pergeseran lempeng tektonik.
- Faktor Morfologi Pantai; terdiri dari bentuk, geometri, kelandaian dan jenis lithologi pantai.
- Faktor Vegetasi Pantai.

Tetapi, dalam penulisan saya kali ini agak sedikit berbeda. Saya hanya memasukan 2 faktor, yaitu faktor gempabumi dan faktor morfologi pantai. Sebenarnya saya juga ingin memasukkan faktor vegetasi pantai, dikarenakan sulit mencari datanya, maka vegetasi pantai saya tidak masukkan.
Faktor yang menurut saya butuhkan dalam pembuatan peta ini adalah :
1. Faktor Gempabumi
Tsunami di indonesia, sangat dominan terjadi karena diakibatkan adanya gempabumi yang terjadi dilaut. Maka dari itu, faktor yang pertama saya masukan adalah faktor gempabumi. Faktor gempabumi ini menurut saya dibagi menjadi 2, yaitu waktu tiba gelombang tsunami dan historis tsunami.
Waktu tiba gelombang tsunami
Untuk waktu tiba gelombang tsunami, saya coba memetakan daerah-daerah yang berhadapan langsung dengan patahan yang ada dilaut. Setelah itu saya menghitung waktu yang dibutuhkan apabila terjadi tsunami hingga sampai ke pantai terdekat. Dalam perhitungan waktu tiba gelombang tsunami ini, maka data yang dibutuhkan dalam perhitungannya adalah kecepatan gelombang tsunaminya terlebih dahulu, baru bisa didapatkan waktu tibanya. Perhitungan kecepatan gelombang tsunami ini bergantung dengan kedalaman air laut (bathimetri) sebagaimana yang kita ketahui, rumus kecepatan gelombang tsunami adalah V=sqrt(g*h). Jadi, dalam perhitungan waktu tiba gelombang tsunami ini, sudah termasuk kecepatan dan bathimetri didalamnya.
Dalam hasil analisa estimasi waktu tiba gelombang tsunami, daerah utara kota dan kabupaten jayapura, bagian utara Biak memiliki waktu tiba jika terjadi tsunami di daerah patahan sebelah utaranya adalah kurang lebih 10 menit. Kabupaten Sarmi dan Memberamo raya kurang lebih 15 menit. Bagian utara Yapen dan Wilayah Kepala Burung Papua Barat, sebelah selatan Biak dan Supriori, daerah pesisir Kaimana, bagian timur laut Raja Ampat kurang lebih 5 menit. Sedangkan untuk pesisir pantai di daerah Mimika, Asmat, Mappi dan Merauke, waktu tiba apabila terjadi gelombang tsunami yang di akibatkan patahan busur Banda adalah lebih dari 1 Jam.
Historis Tsunami
dalam tulisan saya sebelum-sebelumnya, saya telah melampirkan gambar dimana-mana saja tempat pernah terjadinya tsunami dan ketinggian maksimumnya. Dengan data historis tersebut, kita bisa memetakan daerah mana saja yang terkena imbasan tsunami tersebut dan perkiraan ketinggiannya.

2. Faktor Morfologi Pantai
Faktor morfologi pantai yang saya jadikan parameter dalam hal ini adalah bentuk pantai dan kelandaian pantai. Sebenarnya saya juga ingin memasukan jenis lithologi pantai-nya, tetapi dikarenakan datanya cukup sulit didapatkan, jadinya saya tidak masukkan.
Bentuk Pantai
Berdasarkan penelitian, bentuk pantai sangatlah berpengaruh terhadap ketinggian run-up tsunami. Dimana wilayah pantai yang segaris lurus dan wilayah pantai yang ber-teluk ,mempunyai ketinggian run-up tsunami yang berbeda. Dalam hal ini, wilayah pantai yang ber-teluk bisa mempunyai ketinggian run-up tsunami kurang lebih 2 kali lipat daripada wilayah pantai yang segaris lurus. Hal ini dikarenakan apabila gelombang tsunami yang masuk ke dalam teluk, maka gelombang tsunami tersebut akan mengalami resonansi dan interferensi gelombang.
Kelandaian Pantai
Dalam hal ini, saya tidak membicarakan kelandaian pantai di bagian lepas pantai-nya. Tetapi kelandaian di bagian pantainya. Kelandaian pantai saya bagi menjadi 2, yaitu terjal dan landai. Kelandaian pantai yang terjal sangat bermanfaat untuk mengurangi bahaya tsunami. Hal ini dikarenakan pantai yang terjal bisa juga bermanfaat sebagai pemecah gelombang apabila tsunami sampai ke pesisir pantai. Sedangkan kelandaian pantai yang landai, sangatlah berbahaya. Hal ini dikarenakan, semakin landai pantai, maka inundasi atau jarak air yang masuk ke daratan akan semakin jauhh kedalam. Dalam pembuatan peta ini, saya menggunakan peta kemiringan lahan.

setelah semua parameter dari faktor-faktor bahaya tsunami sudah kita dapatkan dan kita petakan masing-masing. Maka kita bisa meng-over lay-kan peta-peta tersebut. Setelah itu kita masukan nilai pembobotannya pada tiap parameter yang saya sebutkan diatas tadi. Untuk nilai pembobotannya, saya menggunakan asumsi dan estimasi saya sendiri. Soalnya sudah nyari sana sini tentang referensi tentang ini, sulit sekali saya temukan.
Waktu tiba gelombang tsunami; nilai bobotnya 0-20
Historis Tsunami; nilai bobotnya 0-10
Bentuk Pantai; nilai bobotnya 0-5
Kelandaian Pantai; nilai bobotnya 0-5


setelah kita jumlahkan nilai bobotnya, maka selanjutnya kita klasifikasikan tingkat kerawanan bahayanya. Dalam penulisan ini, saya membagi tingkat bahayanya menjadi 4, yaitu Sangat Berbahaya, Berbahaya, Sedang dan Rendah. Sedangkan nilai klasifikasinya adalah :
30-40 ---> Sangat Berbahaya
20-30 ---> Berbahaya
10-20 ---> Sedang
0-10 ---> Rendah

Setelah itu kita lanjutkan dengan penggarisan garis pantai sesuai dengan klasifikasi tingkat bahaya tsunaminya tadi. Hal ini dikarekan, selama pembobotan dan peng-over lay-an peta-peta yang dijadikan parameter tadi, masihlah berbentuk polygon. Setelah itu....."SELESAI.....!!!!"


YUP...YUP...SEGITU AJA DAHHH...
MINTA SARAN DAN KRITIKNYA KLO BOLEH, SUPAYA HASIL YANG DIDAPATKAN BISA LEBIH BAIK LAGI.
OTREEEE...semoga bermanfaat aj dahhh....

salam
Agung Sabtaji